las vegas sands

Konsultasi Ilegal, Las Vegas Sands Dihukum 6,96 Juta Dollar

Perusahaan operator casino Las Vegas Sands Corp telah setuju untuk membayar 6,96 juta dollar sebagai hukuman yang dijatuhkan oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ). Perusahaan ini dituduh melanggar peraturan tentang korupsi (FCPA) terkait pembayaran mereka kepada seorang konsultan yang membantu operasi bisnis di Cina dan Macau.

Las Vegas Sands sendiri merupakan induk perusahaan Sands Shina Ltd yang merupakan operator casino di kota Macau, kedua perusahaan ini dimiliki oleh milyarder Sheldon Adelson. Dalam FCPA ada aturan yang melarang perusahaan di Amerika Serikat termasuk jajaran eksekutifnya untuk mempengaruhi pemerintah negara lain dengan membayarkan sejumlah uang kepada perorangan.

Pada hari Kamis kemarin Departemen Kehakiman Amerika Serikat menyatakan bahwa beberapa petinggi Las Vegas Sands “secara sadar dan sengaja gagal dalam menerapkan sistem pengendalian akuntansi internal.” Pengendalian akuntansi internal ini akan diperlukan untuk memastikan keabsahan pembayaran kepada seorang konsultan bisnis yang membantu perusahaan untuk mempromosikan merk mereka di Macau dan Cina. Hal ini juga untuk mencegah pembuatan laporan palsu dalam catatan dan laporan keuangan perusahaan.

Investigasi yang dilakukan oleh Departemen Kehakiman menyatakan bahwa antara tahun 2006 hingga 2009, Las Vegas Sands melalui anak perusahaan mereka di Macau dan Cina mengirimkan uang sekitar 60 juta dollar untuk seorang konsultan dengan tujuan promosi bisnis dan nama perusahaan.

Departemen Kehakiman kemarin mengatakan bahwa Las Vegas Sands mengakui bahwa mereka membayarkan sekitar 5,8 juta dollar untuk konsultan bisnis yang merupakan entitas mereka yang sah antara tahun 2006 hingga 2009. Perusahaan juga mengatakan bahwa mereka terus melakukan pembayaran meskipun sudah mendapatkan peringatan dari staf keuangan dan auditor eksternal yang gagal menjelaskan asal uang untuk pendanaan ini.

Konsultan bisnis dalam penyelidikan Departemen Kehakiman dijabarkan sebagai orang Cina yang menganggap dirinya anggota pemerintahan dan menggunakan koneksi politik yang dia miliki dengan beberapa pejabat Cina untuk memberikan bantuan kepada Sands.

Menyusul keputusan dari pengadilan, pihak Las Vegas Sands berjanji untuk terus bekerja sama dalam penyelidikan ini. Pihak Departemen Kehakiman juga menyebutkan bahwa perusahaan ini sangat kooperatif dalam investigasi dan sepenuhnya direhabilitasi. Sebagai tambahan tidak ada lagi karyawan yang berhubungan dengan kasus ini masih bekerja untuk Las Vegas Sands.

dijc

Badan Regulasi Perjudian Macau Temui Jack Lam

Biro inspeksi dan koordinasi perjudian Macau (DIJC) mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah bertemu dengan Jack Lam Yin Lok, pendiri Jimei Group dan seorang investor junket di Macau. Badan regulasi ini mengatakan tujuan mereka bertemu dengan Jack Lam adalah untuk mengklarifikasi tentang situasi bisnis taipan asal Cina tersebut di Filipina.

“Tujuan utama dari pertemuan tersebut adalah untuk memberikan tuan Jack Lam kesempatan untuk menjelaskan sendiri kepada DIJC tentang apa yang terjadi mengenai operasi bisnis perjudiannya di Filipina. Selama ini berita yang beredar menyebutkan bahwa Jack Lam sedang dicari oleh kepolisian Filipina karena melanggar beberapa aturan bisnis.”

Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah mengeluarkan perintah untuk menutup semua operasi bisnis dari Jack Lam di negara tersebut termasuk penyitaan semua asetnya karena Jack Lam diduga melakukan penggelapan pajak. Seiring waktu berjalan Duterte melakukan perintah penangkapan kepada Lam karena dia dituduh melakukan penyuapan dan sabotase perekonomian.

Perintah penahanan terhadap bos Jimei Group tersebut dikeluarkan beberapa hari setelah 1.316 pekerja asal Cina yang bekerja di casino Fontana, Leisure Park ditahan karena menyalahi aturan imigrasi. Situs Jimei Group dalam daftar yang mereka miliki mencatumkan operasi bisnis mereka di Filipina yang mencakup casino Fontana di Hot Spring Leisure Park serta hotel dan casino Fort Ilocandia di Laoag City. Badan regulasi perjudian Filipina (PAGCOR) telah melakukan penutupan terhadap casino Fontana pada 4 Desember 2016 lalu dan arena perjudian di Fort Ilocandia sehari berikutnya.

Di kota Macau sendiri Jimei Group dilaporkan terkait dengan operasi bisnis junket di casino City of Dreams, sesuai dengan yang tercantum di website resmi mereka. Group ini juga menyatakan bahwa mereka menjalankan casino Jimei di hotel Grand Lapa dibawah lisensi yang diterbitkan SJM Holdings Ltd, perusahaan operator casino milik raja judi Macau Stanley Ho.

Direktur DIJC, Paulo Martins Chan mengatakan pada media lokal hari Sabtu kemarin bahwa pihaknya secara resmi telah meminta penjelasan kepada PAGCOR terkait kasus yang dialami Jack Lam. “Kami ingin mendapatkan data dan keterangan yang lebih akurat dari Filipina.” Meskipun demikian pihak DIJC tidak menjelaskan secara rinci informasi apa yang ingin mereka gali dari Filipina.

Badan regulasi perjudian Macau dalam pernyataannya juga menyatakan bahwa kasus yang menimpa Jack Lam di Filipina tidak akan mempengaruhi operasi bisnis para operator junket di Macau.

“DIJC selalu memperhatikan dengan seksama tingkah laku para promotor junket di Macau maupun di luar negeri, mengawasi operasi bisnis mereka dan menentukan kelayakan mereka.”

indieintertuve hotel macau

Jumlah Pengunjung Kota Macau Tahun Lalu Mencapai 30,95 Juta Orang

Jumlah pengunjung yang datang ke kota judi Macau pada tahun 2016 yang lalu mengalami peningkatan 0,8% menjadi 30,95 juta pengunjung. Dari laporan awal yang dikumpulkan, pengunjung menginap lebih mendominasi daripada jumlah pengunjung sehari. Sementara dari data tersebut juga menunjukkan bahwa hampir 28 juta pengunjung atau 90% dari total pengunjung berasal dari negara Cina daratan, Hongkong dan Taiwan yang naik 0,1%.

Untuk pengunjung dari Cina sendiri tahun lalu berkisar 20 juta orang dengan 44% diantaranya berasal dari provinsi Guangdong. Pengunjung dari Cina ini 46% menggunalkan Individual Visit Scheme (IVS) sebanyak 9,56 juta orang.

Selain dari Cina, pengunjung dari wisatawan internasional juga meningkat hingga 7,9%, Korea Selatan tetap menjadi negara penyumbang wisatawan terbesar diluar Cina dengan 660 ribu pengunjungnya tahun lalu. Jumlah ini meningkat 20% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selain itu ada pertumbuhan pengunjung dari Amerika Serikat sebanyak 4,6%.

Dari laporan awal, jumlah pengunjung menginap di kota Macau mencapai 15,7 juta orang atau meningkat hingga 9,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah ini adalah 50,7% dari total jumlah pengunjung dalam setahun. Jumlah pengunjung yang menginap sudah menyamai jumlah pengunjung harian sejak bulan Juni 2016.

Perusahaan analis saham Sanford C Bernstein juga menyatakan di komentar mereka sebelumnya bahwa tren pertumbuhan pengunjung yang menginap sangat positif bagi industri casino di Macau karena para pengunjung ini dianggap lebih bernilai daripada pengunjung harian.

Meskipun mengalami pertumbuhan jumlah pengunjung, akan tetapi index harga wisata yang merefleksikan harga barang dan pelayanan turun hingga 5,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini ditunjukkan oleh badan pelayanan statistik Macau, salah satu yang paling menonjol adalah semakin murahnya harga sewa kamar hotel di kota Macau yang turun hingga 20,2%.

Menurut analis Bernstein mengatakan “penekanan harga sewa kamar hotel di tengah pekan serta biaya untuk akomodasi untuk casino dan hotel digunakan untuk menarik lebih banyak pengunjung datang. Penurunan pendapatan dari sektor ini diharapkan bisa ditutupi oleh peningkatan pendapatan yang diperoleh dari sektor perjudian.”

Macau saat ini memiliki total 113 hotel yang tersedia dan memiliki total 37.634 kamar atau meningkat 14% daripada tahun sebelumnya. Rata-rata dari seluruh hotel di Macau terisi 82%-84% tiap harinya atau meningkat hingga 3% dari tahun lalu.

casino sikkim

Delta Corp Siap Operasikan Casino Baru di Sikkim India

Perusahaan pemegang lisensi perjudian satu-satunya di India, Delta Corp Ltd minggu ini mengumumkan bahwa mereka akan memulai operasi bisnis casino di provinsi Sikkim. Perusahaan sudah mendapatkan lisensi dan ijin sementara dari pemerintah kota pada bulan Juli tahun lalu.

Delta Corp tahun lalu telah menandatangani sebuah perjanjian dan mendapatkan lisensi untuk bangunan di Hotel Denzong Regency, ibukota Sikkim. Daerah ini berbatasan dengan negara tetangga Nepal dan masih termasuk daerah pegunungan Himalaya.

“Menindaklanjuti komunikasi kami pada 26 Juli 2016 lalu dengan mengacu pada lisensi sementara perjudian untuk daerah Sikkim, kami akan menginformasikan bahwa perusahaan telah diberikan ijin untuk mengoperasikan casino di Gangtok, Sikkim dibawah peraturan pengendalian casino dan perjudian tahun 2002.”

“Perusahaan sudah siap sepenuhnya untuk memulai operasi casino dan akan segera menjalankannya segera.”

Delta Corp sebelumnya telah mengatakan bahwa mereka akan mengoperasikan sebuah casino bertema live gaming di Sikkim dengan menawarkan sekitar 150 jenis permainan.

Saat ini hanya dua daerah di India yang mengijinkan keberadaan casino yaitu Goa dan Sikkim. Sikkim saat ini memiliki 2 buah casino sementara Goa sudah memiliki 15 arena perjudian, menurut laporan perusahaan konsultan Global Market Advisors LLC (GMA).

Casino di hotel Denzong Regency akan menjadi yang ketiga di daerah Gangtok setelah sebelumnya sudah berdiri casino Sikkim dan Casino Mahjong yang sudah beroperasi di daerah ini. Menurut laporan GMA, untuk memasuki kawasan casino pengunjung harus memenuhi syarat batasan usia dan membayar biaya masuk dengan kisaran 15 dollar hingga 53 dollar.

Delta Corp yang dikelola oleh pebisnis Jaydev Mody sudah mengoperasikan beberapa casino di kota Goa. Pada bulan Oktober tahun lalu perusahaan melaporkan bahwa mereka mencatatkan pendapatan dari operasi perjudian dari bulan Juli hingga September sebesar 18,5 juta dollar atau meningkat 45,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

lui che woo

Kekayaan Pebisnis Casino Macau Meningkat Tajam

Pertumbuhan nilai saham di casino-casino Macau pada tahun 2016 telah memberikan kontribusi signifikan kekayaan kepada beberapa pebisnis terkenal di sektor ini, menurut daftar 50 orang terkaya yang dirilis majalah Forbes Hongkong minggu ini.

Lui Che Woo, pendiri dan CEO dari operator casino Galaxy Entertainment Group Ltd tetap menjadi taipan terkaya dari industri perjudian Hongkong. Kekayaan bersihnya meningkat 40% dari 8 milyar dollar pada bulan Januari 2016 menjadi 11,2 milyar dollar pada Januari tahun ini. Dia naik 1 peringkat ke posisi 6 daftar ini.

Saham dari Galaxy Entertainment sendiri meningkat hingga 39% dari nilai pada akhir tahun 2015 lalu. Pulihnya sektor casino di Macau di 5 bulan terakhir 2016 membantu mendorong harga saham perusahaan-perusahaan operator casino hingga 66% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Pansy Ho Chiu King dari MGM China Holdings Ltd juga mengalami peningkatan kekayaan 19,4% menjadi 3,4 milyar dollar menurut Forbes. Pansy Ho yang merupakan salah satu anak dari taipan judi Macau Stanley Ho, naik dari peringkat 19 ke peringkat 16 daftar orang terkaya Hongkong. Pada tahun 2016 kemarin Pansy Ho menjual 188,1 juta lembar sahamnya di MGM China dan menyisakan 22,49% saham mayoritas, sementara MGM Resorts menguasai 56% saham perusahaan.

Pansy Ho sendiri merupakan perempuan terkaya kedua di Hongkong menurut Forbes. Dia juga menjabat sebagai direktur manajemen di perusahaan shipping dan konglomerat di bidang properti, Shun Tak Holdings Ltd. Group ini juga menguasa beberapa properti signifikan yang berada di kota Macau.

Istri keempat Stanley Ho, Angela Leong On Kei yang merupakan direktur eksekutif SJM Holdings Ltd juga melompat tinggi di daftar Forbes. Kekayaan Angela meningkat lebih dari 100% dari sebelumnya 1,5 milyar dollar menjadi 4 milyar dollar awal tahun ini, dia beranjak dari posisi ke-44 menjadi posisi 18 di daftar Forbes.

Sementara salah satu putra dari Stanley Ho, Lawrence Ho mengalami penurunan kekayaan sebesar 8,9% menjadi 1,43 milyar dollar. Dia berada di posisi ke-42 daftar orang terkaya Hongkong versi Forbes. Melco Crown menjadi satu-satunya operator casino di Macau yang mengalami penurunan saham di 2016 kemarin. Di akhir tahun 2016 nilai saham Melco jatuh ke nilai 15,9 dollar per lembar saham atau turun 5% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari daftar 50 orang terkaya yang sudah dirilis majalah Forbes minggu ini, pengusaha dan konglomerat di bidang real estate masih merajai daftar. Li Kashing tetap menjadi orang terkaya di Hongkong dengan nilai kekayaan bersih 30,3 milyar dollar. Sementara dibawahnya pengusaha real estate Lee Shau Kee memiliki kekayaan 23,6 milyar dollar. Di posisi ketiga ada keluarga Cheng yang menguasai beberapa bidang bisnis seperti hotel, casino, agen ibcbet, transportasi, komunikasi dan perhiasan dengan total kekayaan 17,9 milyar dollar.